Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2014

5 Database Server Terbaik 2014, untuk Database Open Source

Posted by Putra Bumi On 17.21

Feature Media

5 Database Server Terbaik 2014, untuk Database Open Source - Ilmu Database | Bila Anda yaitu seseorang developer maupun DBA tentu tak asing lagi dengan arti database server atau basis data, baik yang license maupun database open source. Walau banyak pengertian perihal database yang bermacam, namun dengan cara simpel bisa kita simpulkan sebagai himpunan data yang terkomputerisasi yang sangat mungkin data-data itu bisa dibuka kembali denga gampang serta cepat.

Mengapa kita pilih database Open Source? Ya, salah satu jawaban yg tidak dapat disangkal, lantaran aplikasi database open source ini cukup mencukupi untuk sebagian kebutuhan yang berkenaan. Serta argumen yang paling mendasar bahwa aplikasi database server yang " non freeware " alias database license mungkin saja belum cukup terbeli, hehe... (classic banget argumennya). Lalu database server atau database open source apa saja yang recommended untuk digunakan?

Di bawah ini kita akan mengetahui lima aplikasi database server yang cukup baik serta popular (banyak dipakai) di kelompok programmer computer. Serta ingat, seluruhnya yaitu database OPEN SOURCE. 

1. Database Server atau Database Open Source MySQL 

MySQL (baca : maisquel) yaitu aplikasi database yang dapat dipakai dengan cara open source atau terbuka. Aplikasi ini bisa jalan pada seluruhnya basis (Linux serta Windows). Database serverberbentuk networking ini dapat dipakai pada aplikasi Multi User.

2. Database Server atau Database Open Source SQLite 

SQLite adalah embedded SQL database yang bermakna SQL ini tak memerlukan server untuk mengolah database. SQLite bakal membaca serta menulis segera file pada disk komplit dengan table, trigger, views, serta indeces. 

3. Database Server atau Database Open Source  PostgreSQL 

Aplikasi database ini adalah aplikasi system basis data yang paling banyak dipakai sekarang ini, yang cukup berkompetisi dengan MySQL serta Oracle. Aplikasi ini tawarkan fitur-fitur unggulan yang disiapkan, diantaranya : DB Mirror, PG Pool, Slony, PG Cluster, dan lain-lain. 

4. Database Server atau Database Open Source  Berkeley Oracle DB 

Aplikasi yang di kembangkan pihak Oracle ini sediakan layanan penyimpanan basic untuk aplikasi yang Anda bikin. Berkeley DB API telah ada di nyaris seluruhnya bhs pemorograman termasuk juga ANSI-C, C++, Java, C#, Perl, Python, Ruby, serta Erlang. 
Aplikasi ini bisa menaruh data serta laporan pada database sebesar 4GB. 

5. Database Server atau Database Open Source Firebird 

Firebird adalah salah satu aplikasi database yang sangatlah komplit bila dibanding dengan sebagian aplikasi pada awal mulanya. Aplikasi ini banyak sediakan feature seperti pada database komersial, termasuk juga Stored Procedures, Triggers, atau Hot backups. Sesaat ini Firebird ada dengan dua versus, yakni : versus server classic serta server super. 

Untuk sesaat cukup ini saja yang bisa kita hidangkan untuk beberapa pembaca, bila ada yang terlupakan harap ditambahkan sendiri he..he... Semoga keterang diatas dapat jadi rekomendasi Anda untuk memastikan pilihan aplikasi database server maupuan database open source mana yang perlu Anda pakai atau bahkan juga dipakai semuanya sesuai sama kepentingan serta kebutuhan semasing tentu. Semoga artikel 5 Database Server Terbaik 2014, untuk Database Open Source memberikan manfaat bagi saya pribadi dan juga pembaca.

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Sabtu, 08 Februari 2014

Mencari Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source Part 1

Posted by Putra Bumi On 21.11

Feature Media

(Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source - Ilmu Database)
Saat ini hampir setiap pengembang web memiliki database softwares / database engine favorit yang ia / dia merasa nyaman bekerja dengan database softwares tersebut karena semua trik & gimmicks sudah berpengalaman pada database softwares / database engine tersebut. 
Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source

Di bawah ini merupakan salah satu database softwares / database engine yang populer dan disukai oleh banyak pengembang: 

• MySQL 
• PostgreSQL 
• MSSQL 
• SQLite 
• MS Access 

atau bahkan yang sederhana seperti XML, teks, dll 

Dapat dimengerti mengapa database softwares ini sering digunakan, mereka terdokumentasi dengan baik, memiliki komunitas di belakang mereka, terintegrasi dengan CMSS paling populer ', mudah digunakan, yang ditawarkan oleh sebagian besar perusahaan hosting, dll. 

Tetapi ada juga banyak database softwares / database engine lain yang semakin populer hari demi hari & mungkin memiliki keunggulan dibandingkan apa yang Anda telah menggunakannya selama ini.

Berikut ini adalah beberapa alternative database open source yang bisa memberikan kesempatan bagi anda untuk bekerja dengan database softwares / database engine ini :

1. MongoDB
MongoDB Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source

Ini adalah database softwares yang merupakan database open source, berkinerja tinggi, terukur, skema-bebas & database engine yang berorientasi dokumen (skema Data JSON seperti). 
Ada yang sudah siap untuk menggunakan driver untuk kebanyakan bahasa pemrograman populer seperti PHP, Python, Perl, Ruby, JavaScript, C + + + lagi.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai database softwares / database engine ini bisa mengakses link berikut : http://www.mongodb.org/


2. Hypertable
Hypertable Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source

Hypertable yang merupakan database open source adalah database softwares yang kinerja tinggi, memiliki penyimpanan data terdistribusi. Systemnya di design untuk mendukung aplikasi yang membutuhkan kinerja maksimal, skalabilitas, dan keandalan. 

Ini adalah model setelah Google Bigtable dan sebagian besar berfokus pada dataset yang memiliki ukuran yang besar.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai database softwares / database engine ini bisa mengakses link berikut : http://hypertable.com/why_hypertable/


3. Apache CouchDB
CouchDB Alternatif Database Softwares dan Database Engine dengan Database Open Source

Database softwares yang berorientasi dokumen yang dapat dilihat dan diindeks secara MapReduce menggunakan JavaScript. 

CouchDB menawarkan RESTful JSON API yang dapat diakses dari setiap lingkungan yang memungkinkan permintaan HTTP

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai database softwares / database engine ini bisa mengakses link berikut : http://couchdb.apache.org/

Itulah tentang beberapa database open source yang bisa dijadikan rujukan untuk anda sebagai database software / database engine yang cukup tangguh, meskipun merupakan database open source. Nantikan untuk pilihan-pilihan database open source lainnya.

Apakah anda memiliki pengalaman dengan database open source yang lain ? Silahkan berbagai mengenai database softwares / database engine di kolom komentar di bawah

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Rabu, 27 November 2013

Sejarah Cikal Bakal Kelahiran Database PostgreSQL sebagai Legenda Database Open Source

Posted by Putra Bumi On 23.47

Feature Media


(Database PostgreSQL sebagai Database Open Source - Ilmu Database)
Dibawah popularitas database MySQL, membayanglah database PostgreSQL. Bila database MySQL disebut-sebut untuk database open source paling popular, maka database PostgreSQL kerap dijuluki database open source paling canggih (advanced). Ke-2 database open source ini terkadang demikian tampak kontras keduanya, hingga tidaklah mewakili sekalipun bila kita katakan keduanya “bersaing. ” Bila database MySQL di kembangkan terlebih di Eropa, database PostgreSQL semula di Amerika (di Kampus of California di Berkeley, sama sesuai system operasi Unix). Bila latar belakang pengembangan database MySQL yaitu untuk keperluan usaha klien, maka database PostgreSQL bermula dari proyek akademik. Bila database MySQL fokus pada kelangsingan serta kecepatan, maka database PostgreSQL pada kelengkapan feature, portabilitas, serta reliabilitas (walau ironis bahwasanya saat ini database MySQL lebih portabel dalam hal tersedianya di Windows). Bila database MySQL sebagai database open source adalah suatu database relasional (RDBMS), maka database PostgreSQL dimaksud objek-relasional (ORDBMS) lantaran feature OO-nya seperti pewarisan tabel serta jenis data. Tengok artikel database MySQL vs database PostgreSQL

Database PostgreSQL mempunyai histori yang lebih panjang serta berliku. Pertama mengawali hidupnya dalam bentuk bernama Ingres (“Interactive Graphics and Retrieval System”), yang di kembangkan di Kampus Berkeley mulai th. 1977 sampai 1985. Pemimpin proyek Ingres yaitu Profesor Michael Stonebraker serta Eugene Wong. Ingres semula di kembangkan diatas basis computer mini PDP-11. Belum ada SQL saat itu, serta Ingres mempunyai bhs query sendiri yang dimaksud QUEL. 

Kode Ingres lalu dikomersilkan hingga berdirilah Relational Technologies (yang lalu bertukar nama jadi Ingres Corporation, serta saat ini ada dibawah perusahaan Computer Associates). Sesaat itu, dari kampus yang sama, didirikan pulalah perusahaan Sybase serta Illustra (yang lalu bernama Informix, serta saat ini sudah dibeli oleh IBM) oleh beberapa alumninya. Profesor Stonebraker pernah terlibat di ketiga perusahaan ini. Satu diantara pendiri Ingres juga adalah pendiri Illustra. Jadi dari Ingres lahir beragam product database : Ingres sendiri, Sybase, serta Informix. Database komersial Ingres (yang alami beragam metamorfosis nama, dimulai dari Ingres II, Ingres NET, CA-Ingres, CA-OpenIngres, CA Advantage Ingres) tetap ada serta di jual sampai saat ini. 

Dari proyek Ingres juga lahirlah proyek penerusnya, Postgres (1986–1994). Di pimpin juga oleh Stonebraker, proyek ini mempunyai tujuan bikin Ingres supaya jadi lebih bertujuan objek. Kode Postgres inilah yang di ambil jadi Illustra serta Informix. 

Th. 1995 dua mahasiswa S2 di kampus yang sama, Jolly Chen serta Andrew Yu, memberikan SQL pada Postgres untuk menukar QUEL. Akhirnya yaitu Postgres95. Pada akhirnya ke-2 mahasiswa juga lulus serta meninggalkan Berkeley, tetapi Chen tetap selalu memaintain Postgres95. Product ini mempunyai komunitas yang aktif berdiskusi di mailing list. Satu tahun selanjutnya, Postgres95 jadi jadi tambah popular. Anggota mailing daftar sudah meraih 1000 orang. Seorang bernama Marc G. Fournier dari Kanada tawarkan suatu server untuk digunakan jadi host mailing list serta CVS. Sampai waktu itu, ada empat orang sebagai pengembang utama database Postgre95 : Chen, Fournier, serta dua orang lain yakni Thomas Lockhart di California, AS serta Vadim Mikheev di Rusia. Tetapi database Postgre95 di kembangkan berbarengan melalui Internet serta sumbangan patch serta beragam orang di semua pelosok dunia. 

Sayangnya, proyek ini belum terkelola dengan cara baik, terlebih profesional. Seluruhnya pengembang intinya mempunyai karier masing-masing. Mereka cuma meningkatkan database Postgre95 untuk kerja hoby atau sambilan. Walau sebenarnya jumlah pengguna telah cukup banyak. Laporan-laporan bug banyak yg tidak teratasi dengan baik. Menurut Chen, keluarga database Postgres sebagai database open source dengan cara tradisional di kembangkan dalam situasi akademik, serta belum siap untuk terima sumbangan kode serta laporan bug yang demikian banyak. Lagipula, kode turun-temurun dari Ingres serta database Postgres ini belum seutuhnya dipahami, juga oleh Chen. Untungnya, beberapa pengembang Postgres95 berdedikasi untuk berbenah diri, hingga kita bisa mengenal database Postgres sebagai database open source seperti sekarang ini.

Jadi, database open source mana yang lebih anda sukai?

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Selasa, 26 November 2013

Kerikil Dalam Perkembangan Database MySQL sebagai Database Open Source Terdepan

Posted by Putra Bumi On 19.00

Feature Media


(Database MySQL sebagai Database Open Source Terdepan - Ilmu Database)
Sebenarnya babak baru pengembangan database MySQL - yaitu waktu database MySQL launching untuk product database open source sejati—dimulai waktu perusahaan kecil MySQL AB ini menjalin kerja sama juga dengan suatu perusahaan database Amerika bernama Progress Software di th. 2000. Progress menolong memberikan keyakinan Monty dkk supaya ganti lisensi product database MySQL jadi GPL. Diluar itu, Progress juga masuk usaha open source dengan membuat NuSphere, yang bakal menjual distribusi database MySQL spesial. Jenis usaha mengemas software open source kelihatannya cukup laik di mata Progress, lihat keberhasilan distro-distro Linux serta perusahaan seperti Red Hat. Karenanya Progress juga merencanakan menyuntikkan dana sampai $2, 5 juta dolar pada MySQL AB, dengan maksud supaya
database MySQL dapat jadi tambah baik lagi. Satu lagi, Nusphere akan bikin table handler baru bernama Gemini, yang didasarkan pada software database Progress. Gemini bakal memberikan row-level locking serta transaksi pada database MySQL.

So far so good. Namun nyatanya, sebagian aksi yang dikerjakan oleh Nusphere bikin MySQL AB kesal. Pertama, Nusphere mengambil domain mysql. org (MySQL AB sendiri mempunyai mysql. com hasil pemberian Patrick Lynch) serta tak bikin pernyataan yang pasti di website itu bahwasanya database MySQL di kembangkan oleh MySQL AB, bukan hanya oleh Nusphere. Dengan kata lain Nusphere menggunakan nama database MySQL serta seakan mengakui jadi pengembang database MySQL, walau sebenarnya database MySQL sebagai database open source dari awal di kembangkan oleh MySQL AB. Ke-2, Nusphere dengan distribusinya yang bernama “Nusphere MySQL Advantage” tidak mematuhi GPL. Ini ironis, lantaran perusahaan induknya Progress-lah yang satu tahun pada mulanya menolong database MySQL jadi GPL. Distribusi binary Nusphere ini megandung kode Gemini yang dilink statik ke database MySQL. Menurut lisensi GPL, ini memanglah artinya kode Gemini juga mesti launching untuk GPL. Nyatanya, Nusphere tak berikan source code Gemini, namun cuma berjanji bakal melepasnya kelak. MySQL AB coba menghendaki kembali domain mysql. org serta menekan Nusphere melaunching source code Gemini, tiada hasil. 

Perselisihan lalu jadi memanas saat pada tanggal 15 Juni 2001 Nusphere serta Progress mengajukan tuntutan ke pengadilan atas David Axmark (satu diantara karyawan awal serta “penginjil” MySQL), Monty, serta MySQL AB, dengan tuduhan tidak mematuhi kontrak kesepakatan. 

MySQL AB tidak ingin kalah, ia menuntut balik Nusphere atas tuduhan pelanggaran trademark, kesepakatan, serta lisensi GPL. Sampai hari artikel ini ditulis, sistem pengadilan tetap berjalan. Oleh sebagian pihak ketentuan akhir pengadilan bakal benar-benar dinanti, lantaran bila MySQL AB menang maka supremasi serta validitas lisensi GPL bakal betul-betul dapat dibuktikan “di lapangan. ” Mau tahu selanjutnya tentang hal semacam ini? Cobalah tengok FAQ MySQL AB diwww. mysql. com/news/article-75. html. Bila ada saat, kunjungi juga slashdot. org serta carilah keyword “nusphere”. 

Diluar persoalan ini, database MySQL sebagai satu dari sekian banyak database open source selalu di kembangkan dengan cara aktif oleh MySQL AB. Serta untung untuk beberapa pengguna, Gemini saat ini praktis sudah digantikan oleh InnoDB yang berikan kekuatan sama. Waktu ini domain mysql. org juga sudah di ambil alih oleh MySQL AB.

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Sejarah Database Mysql, Kelahiran Database Open Source yang Melegenda

Posted by Putra Bumi On 07.46

Feature Media


Bila di seri 3. 22 database MySQL sebagai database open source mulai diadopsi beberapa orang serta meningkat populasi penggunanya, maka di seri 3. 23 serta 4. 0-lah berlangsung banyak penambahan dari segi tehnologi. Ini tak lepas dari tuntutan pengguna yang makin memercayakan database MySQL, tetapi memerlukan fitur-fitur yang semakin banyak lagi. Dari sejak sebelum saat database MySQL versi 3. 22 serta awal 3. 23, database MySQL selalu dikritik praktisi database ataupun penggunanya tentang tak ada sarana transaksi (COMMIT serta ROLLBACK). Pengembang database MySQL merekomendasikan pemakaian LOCK TABLES untuk menangani persoalan up-date atomic pada database open source ini, namun ini sudah pasti bukan hanya pengganti transaksi, lantaran tak ada kekuatan membatalkan dampak pergantian di dalam cara tersebut. Di seri 3. 23-lah database MySQL sebagai database open source mulai mempunyai
kekuatan transaksi, row-level locking, serta foreign key constraint. Walau sebagian sarana popular yang lain tetap belum ada—seperti subselek, view, serta trigger—ini telah direncanakan serta bakal mulai ditambahkan di database MySQL seri 4. x.

Seri 3. 23. Di seri 3. 23 database MySQL memberikan tiga type tabel baru pada database open source ini: pertama MyISAM, yang hingga saat ini jadi jenis tabel default ; ke-2 BerkeleyDB, yang pertama kali memberikan kekuatan transaksi pada database MySQL ; serta ketiga InnoDB, primadona baru yang bakal digandrungi pengguna database open source ini. database MySQL walaupun bersifat database open source memanglah mempunyai arsitektur yang sangat mungkin setiap tabel dikerjakan oleh handler yang tidak sama. Handler ini terima perintah akses serta modifikasi dari susunan database MySQL yang lebih atas serta mewujudkannya dengan cara fisik dari serta ke disk. Tabel jenis MyISAM adalah tabel yang lebih cepat dari tabel ISAM, lantaran pola aksesnya sudah sesuai serta dioptimasi untuk pola akses SQL. Diluar itu MyISAM mensupport indeks pada kolom bertipe TEXT danBLOB, dan mensupport jenis indeks FULLTEXT. Tabel jenis BerkeleyDB, atau BDB, memakai database embedded BerkeleyDB yang telah populer itu untuk memakai kekuatan transaksinya. Sebagai database open source, dari mempunyai handler BDB, database MySQL naik statusnya jadi database yang ACID compliant, suatu hal yang sangat utama untuk keamanan data tertutama untuk sekelas database open source. Tetapi BerkeleyDB tidaklah terlampau maksimal untuk suatu database SQL, hingga pada akhirnya suatu perusahaan Finlandia Innobase Oy bikin handler table baru untuk MySQL yang memakai database embedded InnoDB-nya—kala itu bernama Innobase, tetapi bertukar nama lantaran persoalan trademark product Innobase yang telah ada pada mulanya. 

InnoDB membuat database MySQL menarik lantaran penambahan kecepatan serta kekuatan penambahan yang dimungkinkannya. Pertama-tama, InnoDB mempunyai feature transaksi dengan system multiversi. Berarti, bila suatu klien mengawali transaksi, maka pergantian yang dikerjakan klien itu tak lagi tampak oleh klien lain. Klien lain bakal lihat keadaan tabel sebelum saat transaksi. Barulah bila transaksi oleh klien pertama dicommit, pergantian ini jadi tampak di semua klien lain. Bandingkan ini dengan tabel BDB umpamanya, dimana klien yang mau terhubung suatu tabel yang tengah digunakan dalam suatu transaksi bakal diblok. Dengan kata lain, multiversi menghindari bloking yg tidak butuh. Ini ditambah lagi dengan row-level locking yang disiapkan InnoDB, hingga mempertinggi konkurensi serta menghindar terlampau banyak bloking. Handler tabel database MySQL yang lain cuma mensupport table-level locking, hingga suatu klien cuma dapat memblok dengan tingkat granulasi tabel serta punya potensi memblok banyak klien lain yang mau terhubung tabel yang sama. Database PostgreSQL serta sebagian database komersial telah mempunyai kemampuan-kemampuan ini. Karena InnoDB, database MySQL juga saat ini mempunyai keduanya. Diluar itu, InnoDB memberikan foreign key constraint, suatu hal yang kerap didambakan pemakai database MySQL lantaran dapat menyederhanakan logika pemrograman serta melindungi kekonsistenan database mereka. 

Seri 4. x. Di seri 4. 0 ini, pengembang database MySQL berjanji bakal jadikan database MySQL satu derajat lebih tinggi lagi. Fitur-fitur database open source yang dari dahulu di minta bakal dikabulkan, seperti subselek (di 4. 1), union (4. 0), foreign key constraint (4. 0 atau 4. 1—meski InnoDB telah sediakan ini di 3. 23. x), stored procedure (4. 1), view (4. 2), kursor (4. 1 atau 4. 2), trigger (4. 1). MySQL AB terus berdedikasi meningkatkan serta melakukan perbaikan database MySQL, dan menjaga database MySQLuntuk menjadi database open source terpopuler. 

Di versus 3. 23 serta setelah itu database MySQL makin menarik untuk dilirik oleh pemakai non-Web. Website mysql. com di halaman depannya dengan bangga memajang profil beberapa pemakai database MySQL  sebagai database open source yang populer, seperti Yahoo! Finance (yang mulai mengakui memakai database MySQL sekian waktu lalu di milis mysql), NASA (yang membuang Oracle untuk memotong biaya), atau perusahaan sekuritas Jepang Aizawa. Sebagai database open sourcedatabase MySQL tak akan sebatas diakui menaruh data menulis komentar pengunjung website Situs (seperti di slashdot. org, pemakai veteran MySQL) atau hit atau log Situs, namun juga saat ini untuk area menaruh data keuangan serta transaksi usaha. Walau demikian, karakteristik pemakai database—yang umumnya terbagi dalam perusahaan—adalah condong konvensional dalam mengambil product baru. Jadi janganlah terperanjat bila umpamanya hingga saat ini Anda bakal tetap menjumpai orang yang berasumsi database MySQL belum ACID-compliant atau belum dapat lakukan transaksi. Walau sebenarnya feature ini ada di database MySQL, meskipun sebagai database open source.

Sumber : masterweb

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Senin, 25 November 2013

Sejarah Awal Perkembangan Database MySQL menjadi Database Open Source

Posted by Putra Bumi On 08.09

Feature Media


(Database MySQL sebagai Database Open Source - Ilmu Database)
Database MySQL yang kita kenal sebagai database open source di kembangkan oleh suatu perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang saat itu bernama TcX DataKonsult AB, dari lebih kurang 1994–1995, walau cikal bakal kode database MySQL  dapat dimaksud telah ada dari 1979. Maksud semula TcX bikin database MySQL pada saat itu juga memanglah untuk meningkatkan aplikasi Situs untuk klien—TcX yaitu perusahaan pengembang software serta konsultan database. Saat itu Michael Widenius, atau “Monty”, satu satunya pengembang di TcX, mempunyai aplikasi UNIREG serta teratur ISAM yang di buat sendiri serta tengah mencari antarmuka SQL untuk ditempelkan di atasnya. Semula TcX menggunakan mSQL, atau “mini SQL” (bakal kita bahal di lain waktu). Mungkin mSQL yaitu hanya satu kode database open source yang ada serta cukup simpel waktu itu, walau telah ada Postgres (akan kita bicarakan juga di waktu yang lain). Tetapi nyatanya, menurut Monty, mSQL tidaklah cukup cepat ataupun fleksibel. Versus pertama mSQL juga tak mempunyai indeks. Sesudah coba menghubungi David Hughes—pembuat mSQL—dan nyatanya
tahu bahwasanya David tengah repot meningkatkan versus dua, maka ketentuan yang di ambil Monty yakni bikin sendiri mesin SQL yang antarmukanya serupa dengan mSQL namun mempunyai kekuatan yang lebih cocok untuk keperluan. Lahirlah MySQL.

Nama MySQL (baca : mai és kju él) yang disematkan pada database open source iniv tak terang di ambil dari tempat mana. Ada yang katakan nama database open source ini di ambil dari huruf pertama serta paling akhir nama panggilan Michael Widenius, Monty. Ada lagi yang katakan kata My yang digunakan pada database MySQL yang dikenal sebagai database open source di ambil dari nama putri Monty, yang memanglah dinamakan My—karena Monty memanglah aslinya seseorang Finlandia. Namun sebenarnya bila source code database MySQL dilirik, prefiks my memanglah telah terbubuhi di mana-mana di dalam database open source ini—prefiks ini kerap jadi prefiks umum bila seorang bikin kode kustom sendiri untuk suatu hal. Bila Anda benar-benar penasaran mana yang benar, barangkali dapat ajukan pertanyaan segera pada Monty sebagai pengembang database MySQL yang kemudian dijadikan sebagai database open source

Database MySQL versus 1. 0 launching Mei 1996 dengan cara terbatas pada empat orang. Baru di bln. Oktober database MySQL versus 3. 11. 0 dilepaskan ke umum untuk selanjutnya menjadi database open source. Tetapi semula kode ini tak diberikan dibawah lisensi General Public License, tetapi lisensi spesial yang intinya lebih kurang begini : “Source code database MySQL bisa dipandang serta gratis, dan server database MySQL bisa digunakan tanpa biaya namun cuma untuk keperluan nonkomersial. Berarti untuk non komersial dilepas sebagai database open source. Untuk keperluan komersial (mis : mengemas serta jual database MySQL, atau memasukkan database MySQL dalam program komersial lain) Anda mesti bayar lisensi. ” Sesaat distribusi Windows MySQL sendiri launching dengan cara berbagiware. Barulah pada Juni 2000 MySQL AB menginformasikan bahwasanya dari versus 3. 23. 19, database MySQL yaitu software bebas berlisensi GPL. Berarti, “Source code database MySQL bisa dipandang serta gratis, dan server database MySQL bisa digunakan tiada cost untuk keperluan apapun. Namun bila Anda memodifikasi source code database MySQL, Anda juga mesti melepasnya dibawah lisensi yang sama, yakni GPL. ” 

database MySQL Versus umum pertama sebagai database open source, yang cuma jalan di Linux serta Solaris dan beberapa besar tetap belum terdokumentasi itu, dengan berangsur-angsur diperbaiki serta ditambah feature demi fiturnya—tapi tetap terus dengan konsentrasi utama pengembangan pada kelangsingan serta kecepatan pada database MySQL. Berarti, feature yang mengakibatkan database MySQL jadi lambat tidaklah ditambahkan, atau dipending dahulu, atau ditambahkan namun jadi feature yang opsional. 

Versus awal database MySQL ini, walau telah dapat digunakan untuk aplikasi Situs simpel, belumlah cukup sekalipun untuk aplikasi usaha. Misalnya, JOIN simpel telah ada, namun tak ada HAVING—baru di bln. Desember ditambahkan. Telah ada jenis data TIMESTAMP serta kolom autoupdate, namun tak ada system-generated number (sequence) —baru diakhir 1996 juga ditambahkan modifier kolom AUTO_INCREMENT. Telah ada LIMIT namun GROUP BY serta ORDER BY mempunyai terbatasnya. Dan sebagainya. 

Barulah di versi-versi akhir 3. 22 dari database MySQL —sepanjang 1998–1999— database MySQL jadi makin popular serta dilirik orang. Stabilitasnya telah baik. Kecepatannya meningkat. Telah ada di beragam basis, terhitung Windows. Seri database MySQL versi 3. 22 sebagai database open source yang banyak digunakan di beragam instalasi pada waktu itu.

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Sabtu, 23 November 2013

Kenapa MySQL database sebagai Database Open Source Menjadi Begitu Populer

Posted by Putra Bumi On 09.17

Feature Media


Mengingat banyak pembaca yang juga merupakan programer Situs / web, cukuplah aman untuk menyampaikan : siapa tidak kenal database MySQL sebagai database open source? MySQL AB menyebutkan produknya untuk database open source terpopuler di dunia. Benar-benar mungkin saja benar, lihat demikian banyak skrip serta website yang berpasangan, juga “menikah”, dengan product yang satu ini.
Kenapa MySQL database sebagai Database Open Source Menjadi Begitu Populer
Serta saya barangkali bakal menyampaikan bahwasanya di basis Situs, serta baik untuk kelompok open source ataupun umum, database MySQL yaitu database yang paling banyak digunakan. Menurut perusahaan pengembangnya, database MySQL sudah terpasang di lebih kurang 3 juta computer. Beberapa puluh sampai beberapa ratus ribu website memercayakan database MySQL yang merupakan database open source untuk bekerja siang malam memompa data untuk beberapa pengunjungnya.

Pemicu utama database MySQL demikian popular sebagai database open source di kelompok situs / web yaitu lantaran ia memanglah pas bekerja di lingkungan itu. 

Pertama, database MySQL ada di beragam basis Linux serta beragam varian Unix. Suatu hal yg tidak dipunyai Access, misalnya—padahal Access sangat popular di basis Windows. Banyak server Situs berbasiskan Unix, ini jadikan Access automatis tak bisa digunakan lantaran ia juga tak mempunyai kekuatan client-server/networking. 

Ke-2, fitur-fitur yang dipunyai database MySQL memanglah yang umumnya banyak diperlukan dalam aplikasi Situs. Umpamanya, klausa LIMIT SQL-nya, praktis untuk lakukan paging. Atau type indeks field FULLTEXT, untuk full text searching. Atau sebutlah kekayaaan beberapa fungsi builtinnya, dimulai dari memformat serta merekayasa tanggal, memproses string, regex, enkripsi serta hashing. Yang paling akhir umpamanya, praktis untuk lakukan penyimpanan password anggota website. Sesaat fitur-fitur yang lebih tidak sering dipakai belum atau baru nampak saja di versi-versi paling akhir. Subselect umpamanya, hingga saat ini tak ada di database MySQL. Atau view, atau stored procedure, atau trigger. Ini bikin database MySQL terus langsing serta cepat, namun pengembang aplikasi usaha barangkali jadi berkerut muka tahu ini, lantaran fitur-fitur yang hilang ini kerapkali mereka gunakan untuk menyederhanakan logika aplikasi mereka. Jangankan itu, sebelum saat lebih kurang versus 3. 23. 15—yang artinya lebih kurang dua th. lalu— database MySQL sebagai database open source tak dapat melakukan transaksi sama sekali! 

Ketiga, database MySQL sebagai database open source mempunyai overhead koneksi yang rendah. Masalah kecepatan lakukan transaksi pada database open source atau kemampuan di keadaan load tinggi barangkali dapat diperdebatkan dengan beragam benchmark tidak sama antara sesama database open source, namun bila masalah yang satu ini database MySQL-lah juaranya, walaupun hanya sebagai database open source. Karakteristik ini bikin database MySQL pas bekerja dengan aplikasi CGI, dimana di tiap-tiap request skrip bakal lakukan koneksi, kirim satu atau lebih perintah SQL, lalu mengambil keputusan koneksi lagi. Coba lakukan hal semacam ini dengan Interbase atau juga database Oracle. Maka dengan load sebagian request per detik saja server Situs/database Anda barangkali bakal selekasnya menyerah lantaran tak dapat mengimbangi beban ini.

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Senin, 29 Juli 2013

Mengenal Database Oracle 12c

Posted by Putra Bumi On 00.48

Feature Media


Advertisement
Versi database oracle yang telah lama ditunggu-tunggu yaitu versi database oracle 12c dari Oracle database sekarang sudah tersedia untuk di-download, menurut situs resmi  dari perusahaan ini .

Selama rilis berturut-turut dari Oracle Database, Oracle terus melakukan upaya untuk meringankan kinerja dari para  pelanggan nya yaitu untuk membakukan, konsolidasi, dan mengotomatisasi layanan database di atas awan (cloud). Apa yang telah dimulai lebih dari satu dekade lalu dengan fitur perintis seperti Oracle Real Application Clusters dan Oracle Automatic Storage Management sekarang berlanjut dengan Oracle multitenant, yang memungkinkan TI untuk memanfaatkan sepenuhnya atas manfaat dari awan (cloud system), termasuk berbagi sumber daya, fleksibilitas manajemen, dan juga yang tidak kalah penting adalah penghematan biaya.



Mengotomatisasi dan Optimalkan Siklus  Informasi 

Ketika mengelola siklus hidup informasi, sebuah perusahaan yang khas secara manual akan bergerak dan melakukan kompresi data di tingkatan penyimpanan data yang berbeda yang  didasarkan pada besaran pada umur data.

Oracle Database 12c mengubah permainan dengan optimasi data otomatis, yang memonitor bukan hanya usia, tetapi juga penggunaan atau "temperatur" data, sehingga secara otomatis memindahkan data antara tempat penyimpanan (storage) yang berbeda dan tingkatan kompresi yang sesuai.

Oracle Database 12c mencakup fitur Oracle yang disebut "database pluggable," yang memungkinkan sebuh instance dari database oracle untuk menghandle banyak database lain, memungkinkan untuk secara lebih efisien menggunakan sumber daya sistem dan manajemen yang lebih mudah.



Plug atau masuk ke dalam Cloud dengan Oracle multitenant

Konsolidasi database merupakan langkah kunci dalam perjalanan ke awan. Oracle Database 12c membuat proses jauh lebih cepat dan sederhana, memungkinkan kepadatan tinggi berbasis skema konsolidasi-tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi yang ada.

Untuk membuat ini mungkin, pada single instance, kontainer basis data multitenant sekarang dapat meng-host banyak "pluggable" database. Setiap database yang dikonsolidasikan atau "terhubung ke" wadah multitenant terlihat dan terasa dengan aplikasi persis sama dengan versi preconsolidated. Selain mempercepat perjalanan ke awan, konsolidasi juga menyederhanakan manajemen-keuntungan yang sangat besar untuk organisasi saat ini yaitu kemudahan mengelola ratusan, bahkan ribuan, dari database.

Kemampuan multitenancy akan dijual sebagai pilihan yang terpisah, dan tidak diterima sebagai bagian dari biaya pemeliharaan rutin tahunan pelanggan. Oracle juga telah memposisikan pluggable database sebagai cara yang lebih baik untuk mencapai multitenancy untuk aplikasi cloud.

Vendor SaaS (software as a service) biasanya sudah menggunakan multitenancy pada level aplikasi, di mana beberapa pelanggan berbagi instance aplikasi tunggal sedangkan data mereka disimpan terpisah. Dengan mendorong multitenancy ke lapisan database menyediakan keamanan yang lebih baik dan keuntungan lainnya, menurut CEO Oracle Larry Ellison.



Ketersediaan Maksimum dan Keamanan Database

Dengan lebih dari 500 fitur baru, Oracle Database 12c dirancang untuk memberikan kepada pelanggan Oracle apa yang telah lama mereka butuhkan yaitu untuk komputasi awan, data yang besar, keamanan, dan ketersediaan.

Advertisement
Sebuah daftar harga resmi Oracle, yang sudah diperbarui baru baru ini, menunjukkan pilihan "multitenant" Database seharga $ 17.500 per prosesor. Sebuah lisensi prosesor untuk Enterprise Edition tetap yaitu dengan harga $ 47.500 per prosesor.

sumber : oracle.com



Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database

Jumat, 18 Mei 2012

Mengenal Istilah BIG DATA

Posted by Sumadi Eko Putra On 16.32

Feature Media


Saat ini, setiap hari kita telah menciptakan sekitar 2.5 trilyun byte data. Begitu banyaknya data yang dibuat oleh manusia dan mesin, sehingga 90% dari keseluhan data tersebut merupakan data yang dibuat hanya pada 2 tahun terakhir saja. Hal ini bisa terjadi karena semakin banyak device atau pun alat elektronik yang dikembangkan terutama untuk jenis alat elektronik digital. Dalam pengoperasiannya, alat-alat tersebut pastinya akan men-generate data maupuan log.

Data yang dihasilkan ini bisa berasal dari mana-mana. Misalnya saja sensor yang digunakan untuk mengumpulkan informasi iklim, posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian, dan sinyal dari ponsel GPS. Nah, kumpulan data inial yang saat ini kita namakan sebagai "BIG DATA".

Mengenai Big Data ini lebih dari sekedar masalah ukuran, namun ini merupakan kesempatan untuk menemukan dan mempelajari wawasan baru dari data dan konten yang muncul, untuk membentuk bisnis anda lebih dinamis dan cepat dalam melihat kesempatan ini. Selain itu, kemampuan nya bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan yang sebelumnya dianggap diluar jangkauan.Sampai saat ini, belum ada cara yang praktis yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan Big Data ini. Dan demi untuk menangkap peluang bisnis yang terbuka lebar ke depannya, maka banyak perusahaan-perusahaan besar sekelas Oracle dan IBM yang berusaha untuk membuat terobosan-terobosan untuk memecahkan permasalahan Big Data ini.

Tempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu DatabaseTempat Pembelajaran Ilmu Database